Haul Pertama H. Muhammad Tonang, Warisan Keteladanan Terus Hidup di Kalangan Kader NU Maros

  • Dec 20, 2025
  • Muh Jusril Ihza Mahendra
  • Berita

Maros — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Maros bersama Muslimat NU, Fatayat NU, dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Maros menggelar peringatan haul pertama almarhum H. Muhammad Tonang, di Kantor PCNU, Sabtu (20/12/2025). 

Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan sebagai bentuk doa serta penghormatan atas jasa dan keteladanan almarhum dalam kehidupan bermasyarakat dan berorganisasi.

Rangkaian kegiatan haul diawali dengan pembacaan Surah Yasin, dilanjutkan dengan tahlil dan doa bersama yang dipimpin oleh Pimpinan Cabang Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor Kabupaten Maros. Doa dipanjatkan agar almarhum mendapat ampunan, rahmat, serta tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Selain doa bersama, peringatan haul juga diisi dengan sesi sharing dari perwakilan masing-masing badan otonom NU Kabupaten Maros. Dalam kesempatan tersebut, para pimpinan badan otonom menyampaikan kesan, pesan, serta refleksi atas nilai-nilai keteladanan yang diwariskan almarhum, khususnya dalam membangun komitmen ke-NU-an dan pengabdian kepada umat.

Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Maros, Abustan, menyampaikan bahwa almarhum H. Muhammad Tonang merupakan sosok orang tua sekaligus guru bagi kader-kader NU di Kabupaten Maros.

“Almarhum adalah figur yang sangat berjasa. Dengan keteladanan dan sentuhan tangan dingin beliau, badan otonom Nahdlatul Ulama di Kabupaten Maros dapat tumbuh dan berkembang seperti yang kita rasakan saat ini,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa peringatan haul ini bukan sekadar mengenang, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi kader NU untuk terus melanjutkan nilai-nilai perjuangan, keikhlasan, dan semangat pengabdian yang telah diwariskan almarhum.

Melalui peringatan haul pertama ini, kader NU Kabupaten Maros diharapkan dapat terus menjaga dan menghidupkan warisan keteladanan almarhum H. Muhammad Tonang dalam kehidupan organisasi, sosial, dan keagamaan, demi kemaslahatan umat dan kemajuan Nahdlatul Ulama.