Maraknya Pencurian di Masjid, Ketua PC GP Ansor Desak Polisi Bertindak Tegas

  • Dec 26, 2025
  • Muh Jusril Ihza Mahendra
  • Berita

Maros — Aksi pencurian di sejumlah masjid di Kabupaten Maros kian meresahkan masyarakat. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, kasus pencurian dilaporkan terjadi di beberapa masjid yang tersebar di berbagai kecamatan, termasuk Kecamatan Bantimurung.

Pencurian tidak hanya menyasar kotak amal, tetapi juga barang-barang milik jamaah serta perlengkapan masjid. Kondisi ini menimbulkan kerugian material sekaligus dampak psikologis bagi jamaah yang merasa tidak aman saat beribadah.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Maros, Abustan, menyampaikan keprihatinannya atas maraknya kasus tersebut. Ia mendesak pihak kepolisian untuk segera mengungkap motif pelaku serta menangkap pihak-pihak yang bertanggung jawab.

“Masjid adalah tempat suci dan pusat ibadah umat. Ketika terjadi pencurian secara berulang, ini bukan hanya persoalan kerugian materi, tetapi juga mengganggu rasa aman dan kekhusyukan jamaah,” ujar Abustan, Jumat (26/12/2025).

Menurutnya, pengungkapan motif pencurian penting dilakukan agar aparat kepolisian dapat menyusun langkah pencegahan yang lebih efektif ke depan. Selain itu, penindakan tegas terhadap pelaku diharapkan dapat memberikan efek jera dan memulihkan rasa keadilan di tengah masyarakat.

Abustan juga mendorong pihak kepolisian untuk meningkatkan patroli, khususnya di sekitar masjid-masjid pada jam-jam rawan, serta menjalin kerja sama dengan masyarakat dalam upaya menjaga keamanan lingkungan.

Selain penegakan hukum, ia menilai perlunya pembenahan manajemen pengelolaan masjid. Pengurus masjid diimbau untuk memperkuat sistem keamanan, seperti pemasangan kamera pengawas (CCTV), pengamanan kotak amal, serta pengawasan rutin terhadap fasilitas masjid.

“Pengelolaan masjid harus ditata dengan baik, termasuk sistem keamanan dan transparansi keuangan, agar jamaah merasa nyaman dan percaya,” tambahnya.

Maraknya pencurian di masjid dinilai sebagai persoalan serius yang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Diperlukan sinergi antara aparat penegak hukum, pengurus masjid, dan masyarakat untuk menjaga masjid tetap aman, nyaman, dan berfungsi sebagaimana mestinya sebagai pusat ibadah dan kehidupan sosial umat.