Pantai Tak Berombak (PTB) Maros: Wisata Kuliner dan Ruang Sosial Kebanggaan Warga

  • Dec 26, 2025
  • Muh Jusril Ihza Mahendra
  • Opini

Oleh: Abustan

Ketua PC GP Ansor Maros

Di tengah denyut aktivitas Kota Turikale, ibu kota Kabupaten Maros, berdiri sebuah ruang publik yang unik sekaligus membanggakan: Pantai Tak Berombak (PTB). Meski menyandang nama “pantai”, PTB bukanlah kawasan pesisir yang bersentuhan langsung dengan laut. Ia adalah kolam buatan yang dirancang menyerupai pelabuhan kecil. Justru dari konsep inilah, PTB memiliki daya tarik tersendiri dan menjadi identitas baru wisata kota Maros.

Terletak di Lingkungan Kassi Lama, Kelurahan Pettuadae, Kecamatan Turikale, PTB sangat mudah diakses oleh warga kota maupun pengunjung dari luar daerah. Sejak diresmikan oleh Bupati Maros Hatta Rahman pada 20 Maret 2013, kawasan ini terus berkembang dan menjelma menjadi salah satu ikon wisata kuliner yang hidup dan dinamis.

PTB tidak hanya menawarkan pengalaman kuliner, tetapi juga menghadirkan ruang sosial yang inklusif. Beragam makanan khas Sulawesi Selatan seperti coto Makassar, konro bakar, pallu butung, hingga aneka sajian populer lainnya tersedia dengan harga terjangkau. Penataan pedagang yang rapi membuat pengunjung nyaman menikmati suasana sambil memilih kuliner sesuai selera.

Pada sore hingga malam hari, PTB menjadi ruang rekreasi favorit warga. Lampu-lampu yang memantul di permukaan kolam menciptakan suasana hangat dan menenangkan. Tidak heran jika tempat ini kerap dipenuhi keluarga, anak muda, hingga komunitas yang sekadar ingin bersantai atau berbincang selepas aktivitas harian.

Lebih dari itu, PTB juga berfungsi sebagai ruang interaksi sosial masyarakat. Berbagai kegiatan informal, pertemuan komunitas, hingga perayaan sederhana sering berlangsung di kawasan ini. Keberadaannya memberi bukti bahwa ruang publik yang dikelola dengan baik mampu memperkuat kohesi sosial dan menghadirkan rasa memiliki di tengah masyarakat.

Dari sisi pembangunan daerah, PTB Maros adalah contoh inovasi pengelolaan ruang kota yang patut diapresiasi. Ia tidak hanya mendorong perputaran ekonomi pelaku UMKM, tetapi juga memperkaya identitas wisata Kabupaten Maros. Konsep sederhana namun tepat sasaran menjadikan PTB sebagai wajah keramahan kota dan simbol kebanggaan warga.

Ke depan, PTB perlu terus dijaga dan dikembangkan, baik dari aspek kebersihan, kenyamanan, maupun kreativitas pengelolaan. Dengan dukungan semua pihak—pemerintah, pedagang, dan masyarakat—PTB Maros dapat terus tumbuh sebagai ruang publik yang berkelanjutan, ramah keluarga, dan membanggakan.

Pantai Tak Berombak bukan sekadar destinasi kuliner, tetapi cermin bagaimana Maros merawat ruang sosialnya dengan kearifan lokal dan semangat kebersamaan.