Ribuan Insan Kemenag Maros Turut Putihkan Lapangan Merdeka Bone pada Peringatan HAB ke-80
- Jan 07, 2026
- Admin
- Berita
Bone, Lensa Ansor Maros – Ribuan insan Kementerian Agama Republik Indonesia memadati Lapangan Merdeka, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dalam pembukaan Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama tingkat Provinsi Sulsel, Rabu (7/1/2025).
Sekitar 38 ribu peserta dari seluruh kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan mengenakan seragam putih, menciptakan pemandangan Lapangan Merdeka yang tampak “memutih” oleh lautan manusia. Kepadatan massa bahkan meluas hingga ke ruas jalan di sekitar lokasi acara, sehingga petugas melakukan pengaturan dan rekayasa lalu lintas demi kelancaran kegiatan.
Dari total peserta tersebut, sebanyak 1.200 orang berasal dari Kabupaten Maros. Ketua Panitia HAB Kemenag Maros, Ansar, menjelaskan bahwa peserta terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag Maros serta para guru Pendidikan Agama Islam (PAI).
“Total peserta dari Kemenag Maros yang ikut pada pembukaan HAB di Bone sebanyak 1.200 orang,” ujar Ansar.
Rombongan Kemenag Maros dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maros, H. Muhammad Nur Halik, bersama istri, Ny. Aruji Winarni Nur Halik, yang turut mengikuti defile jalan kerukunan.
Menurut H. Muhammad Nur Halik, kegiatan pembukaan HAB ke-80 ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat semangat persatuan antarinsan Kemenag.
“Jalan kerukunan ini merupakan simbol kebersamaan dan komitmen Kemenag dalam menjaga keharmonisan serta pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut semakin istimewa dengan kehadiran Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, didampingi Kepala Kanwil Kemenag Sulsel H. Ali Yafid serta Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman.
Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin Umar mengungkapkan kebanggaannya dapat memperingati Hari Amal Bakti ke-80 di kampung halamannya bersama seluruh insan Kemenag se-Sulawesi Selatan.
“Peringatan HAB hari ini sangat luar biasa. Kerukunan begitu terasa, kita bisa saling menyapa tanpa melihat latar belakang agama. Inilah wajah Indonesia yang sesungguhnya,” tutur Menag.
Usai rangkaian seremonial pembukaan yang juga dimeriahkan berbagai penampilan seni, termasuk Barongsai, seluruh peserta mengikuti defile jalan kerukunan sejauh kurang lebih lima kilometer, yang diikuti oleh perwakilan 24 kabupaten/kota se-Sulsel.
Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi simbol kuat kehadiran Kemenag sebagai institusi yang menjunjung tinggi nilai persatuan, kerukunan, dan pelayanan kepada seluruh warga bangsa.