GP Ansor Bontoa Bersama KUA Gelar JUMPA ULAMA, Rawat Pusara dan Warisan Dakwah AGH Muhammad Sanusi Baco
- Jun 12, 2026
- Admin
- Berita
Bontoa, Lensa Ansor Maros – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bontoa bersama Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Bontoa melaksanakan kegiatan JUMPA ULAMA (Jum'at Merawat Pusara Ulama) di area makam Almarhum AG. K. H. Dr. (H.C.) Muhammad Sanusi Baco, Jumat (12/6/2026), di Lingkungan Panjallingan, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros.
Mengusung tema "Merawat Makam Ulama, Menjaga Warisan Dakwah", kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan kepada para ulama sekaligus upaya menumbuhkan kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap jejak perjuangan dan keteladanan para pewaris dakwah.
Kegiatan diawali dengan kerja bakti membersihkan area makam yang melibatkan Penyuluh Agama Islam KUA Bontoa, kader GP Ansor, serta masyarakat sekitar. Setelah itu, peserta melaksanakan ziarah dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada ulama yang telah berjasa besar dalam pengembangan pendidikan Islam dan pembinaan umat.
Ketua PAC GP Ansor Bontoa, Muh. Ishak, mengatakan bahwa JUMPA ULAMA merupakan bagian dari ikhtiar menjaga hubungan spiritual dan historis dengan para ulama.
"Kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan kami kepada para ulama yang telah mengabdikan hidupnya untuk umat. Melalui JUMPA ULAMA, kami ingin menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap ulama sekaligus menjaga dan merawat jejak perjuangan dakwah yang mereka tinggalkan," ujarnya.
Menurutnya, generasi muda perlu terus diperkenalkan dengan sosok-sosok ulama yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan Islam agar nilai-nilai perjuangan mereka tetap hidup dan menjadi inspirasi dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Koordinator Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bontoa, H. M. Rafik, menegaskan bahwa merawat makam ulama tidak hanya sebatas menjaga kebersihan lingkungan pemakaman, tetapi juga menjadi momentum untuk meneladani perjuangan dan pengabdian mereka.
"Merawat makam ulama bukan hanya aktivitas membersihkan area pemakaman, tetapi juga ikhtiar menghidupkan kembali keteladanan, ilmu, dan nilai-nilai dakwah yang diwariskan para ulama kepada masyarakat. Semoga kegiatan ini menjadi sarana edukasi dan penguatan karakter keagamaan bagi generasi muda," tuturnya.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara Penyuluh Agama Islam KUA Bontoa dan GP Ansor Bontoa yang dinilai menjadi contoh sinergi positif dalam merawat warisan keislaman sekaligus memperkuat nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan JUMPA ULAMA, para peserta tidak hanya diajak menjaga kebersihan lingkungan makam, tetapi juga merefleksikan perjuangan dakwah yang telah diwariskan oleh Almarhum AG. K. H. Muhammad Sanusi Baco. Semangat tersebut diharapkan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam mengabdi kepada agama, bangsa, dan masyarakat.
Sesuai dengan slogan kegiatan, "Bersih Makamnya, Hidup Teladannya", kegiatan ini menjadi pengingat bahwa jasa para ulama tidak cukup hanya dikenang, tetapi juga harus diwujudkan melalui keteladanan, pengabdian, dan amal saleh yang berkelanjutan.