Maros ke-67: Merawat Tradisi, Menjemput Kemajuan dalam Spirit GP Ansor
- Jul 04, 2026
- Admin
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Maros ke-67 dengan tema "Merawat Tradisi, Menjemput Kemajuan" bukan sekadar slogan seremonial, melainkan sebuah pesan mendalam tentang arah pembangunan daerah.
Kemajuan yang dicita-citakan tidak boleh memutus akar sejarah, budaya, dan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para pendahulu. Sebaliknya, tradisi yang baik harus tetap dirawat dan dijadikan fondasi dalam menghadapi perubahan zaman.
Tema tersebut sejalan dengan kaidah yang menjadi pegangan warga Nahdlatul Ulama, yaitu:
"Al-Muhafazhatu 'Ala al-Qadim al-Shalih wa al-Akhdzu bi al-Jadid al-Ashlah", yang berarti memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik.
Kaidah ini mengajarkan bahwa kemajuan tidak identik dengan meninggalkan tradisi. Kemajuan justru harus dibangun di atas nilai-nilai kearifan lokal, budaya, dan identitas masyarakat.
Kabupaten Maros memiliki kekayaan sejarah, budaya, adat istiadat, serta nilai religius yang menjadi modal sosial untuk membangun daerah yang maju dan berdaya saing.
Sebagai daerah yang dikenal dengan keberagaman budaya dan kekayaan alamnya, Maros memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga warisan leluhur, mulai dari tradisi adat, semangat gotong royong, hingga nilai-nilai keagamaan yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat. Di saat yang sama, Maros juga dituntut untuk terus berinovasi dalam bidang pendidikan, ekonomi, teknologi, pariwisata, dan pembangunan sumber daya manusia.
Dalam konteks inilah, peran kader Gerakan Pemuda Ansor menjadi sangat penting. Sebagai organisasi kepemudaan yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama, GP Ansor memiliki komitmen untuk menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus menjadi motor penggerak perubahan dan kemajuan.
GP Ansor tidak hanya hadir sebagai penjaga tradisi keagamaan dan kebangsaan, tetapi juga sebagai pelopor pemberdayaan pemuda, penguatan literasi digital, pengembangan ekonomi kreatif, serta penguatan moderasi beragama. Semangat "Merawat Tradisi, Menjemput Kemajuan" sesungguhnya telah lama menjadi nafas perjuangan GP Ansor.
Di Kabupaten Maros, kader-kader Ansor dan Banser terus mengambil peran dalam berbagai bidang kehidupan sosial, keagamaan, pendidikan, hingga kemanusiaan. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa menjaga tradisi tidak berarti anti terhadap perubahan. Sebaliknya, tradisi menjadi landasan moral untuk melahirkan inovasi dan kemajuan yang berkeadaban.
Memasuki usia ke-67 tahun, Kabupaten Maros diharapkan semakin maju dengan tetap berpijak pada identitas dan nilai-nilai lokalnya. Kemajuan yang dibangun harus mampu menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat tanpa kehilangan jati diri sebagai daerah yang religius, berbudaya, dan menjunjung tinggi semangat kebersamaan.
Selamat Hari Jadi Kabupaten Maros ke-67.
Mari bersama merawat tradisi, menjemput kemajuan, dengan menjadikan nilai Al-Muhafazhatu 'Ala al-Qadim al-Shalih wa al-Akhdzu bi al-Jadid al-Ashlah sebagai kompas pembangunan dan semangat pengabdian. Bersama GP Ansor, kita terus menjaga warisan para pendahulu sekaligus menyiapkan generasi muda yang adaptif, inovatif, dan siap membawa Maros menuju masa depan yang lebih maju, sejahtera, dan bermartabat.
Muh. Jusril Ihza Mahendra (Kasatkorcab Banser Kabupaten Maros)